Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Juni 2014

Demokrat Sulsel Bebaskan Kadernya Dukung Capres

“Jika ada kader yang mendukung salah satu calon dengan membawa atribut partai akan diproses sesuai aturan yang berlaku dalam partai."

MAKASSAR, Jaringnews.com - Partai Demokrat Sulsel  membebaskan kadernya mendukung pasangan Capres dan Cawapres,  Prabowo Hatta atau Jokowi-JK. Tapi dengan catatan atas nama pribadi dan tidak membawa nama partai.

Keputusan itu diambil pada rapat bersama ketua DPC se-Sulsel. Rapat ini membahas arah dukungan Partai Demokrat Sulsel dalam pemilihan presiden. Ilham Arief Sirajuddin memimpin rapat yang berlangsung di rumah jabatan Wali Kota Makassar itu, Jumat,  (6/6) malam tadi. Rapat berakhir hingga pukul 23.45 Wita.

Alasan DPD Demokrat Sulsel membebaskan kadernya  menurut juru bicara Demokrat Sulsel yang juga Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel, Nimatullah,  dari dua kali Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat  dan  sekali pertemuan
terbatas di Cikeas keputusan resmi partai Demokrat  belum jelas dan  sampai hari ini  dinilai 'netral'.

Nimatullah mengakui ada beberapa pengurus DPP Demokrat dan tokoh-tokoh  Demokrat yang memberi pernyataan dukungan pada salah satu capres dan cawapres.

Tapi keputusan dan sikap resmi partai ditentukan pada Rapimnas. ‘’Disitu dilakukan voting. Jadi keputusan netral tersebut bukanlah keputusan SBY atau pengurus DPP,’’ katanya.

Di DPP Demokrat kecenderungan ke pasangan Prabowo-Hatta  mungkin  karena mereka melihat Prabowo. “Kalau kita di Sulsel  lebih cenderung ke pasangan JKW-JK. Itu  kemungkinan karena mereka melihat adanya figur JK sebagai salah satu tokoh yang ada di Sulsel,’’ sebut Nimatullah.

Meski demikian Demokrat tidak berposisi pada salah satu calon. SBY, kata Nimatullah memberi ruang kepada semua kadernya  untuk mendukung salah satu calon tapi atas nama pribadi, tikak atas nama partai.

“Jika ada kader yang mendukung salah satu calon dengan membawa atribut partai akan diproses sesuai aturan yang berlaku dalam partai,” tegas dia.

"Rapat  ini sekaligus silaturahim," kata Ketua Divisi Komunikasi Publik DPD Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle.

Rapat ini merupakan rapat kedua setelah Ilham mengajukan permintaan mundur kepada DPP Partai Demokrat pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK.
Keputusan rapat DPD Sulsel lainnya menunjuk sepenuhnya kepada Ni'matullah sebagai juru bicara.Perpecahan sikap politik soal dukungan  terhadap  capres dan cawapres di internal Partai Demokrat  mengundang polemik.  Wakil walikota Makassar, Syamsu Rizal  yang terang-terangan mendukung  capres dan cawapres Jokowi-JK, menui protes dari kalangan pengurus Partai Demokrat.

Wakil Ketua II Komisi Pemenangan Pemilihan Umum (KPPU) DPC Partai Demokrat Makassar, Nuryanto G Liwang  bahkan menilai  sikap Ical, sapaan Syamsu Rizal adalah sesuatu hal yang sangat keliru. Terlebih jabatan Syamsu Rizal sebagai Wakil Walikota Makassar dan pengurus Partai Demokrat pada tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Anto, sapaan Nuryanto G Liwang juga menyebut  alasan Ical telah meminta izin ke DPP untuk mendukung  capres dan cawapres lain  bukan sebuah alasan pembenaran.

" Apapun dalihnya, tidak dibenarkan. Sebab KPPU Demokrat sudah sangat jelas akan melakukan persiapan penyusunan pemenangan terhadap figur capres dan cawapres pasangan Prabowo-Hatta rajasa,’’ katanya.

“Tidak ada izin yang hanya bersifat lisan. Izin harus tertulis atau berwujud SK dari partai.  Untuk itu saya harap semua kader bisa patuh atas perintah DPP," timpal Ketua DPD Partai Demokrat, Makassar, Andi Rasyid Ali (ARA).

“Jika Ical merasa sebagai kader Demokrat maka sangat keliru jika dia mengaku telah meminta izin ke DPP Demokrat untuk mendukung salah satu capres dan cawapres tertentu,’’ tambah Anto.

ARA lagi-lagi  menegaskan seluruh kader Demokrat  wajib mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di pemilu presiden, 9 Juli mendatang.

ARA bahkan dengan terang-terangan menyebut agar  Ical segera kembali ke barisan partai dan meninggalkan gerbong pemenangan calon lainnya.

"Diharap semua kader partai Demokrat di kota Makassar untuk kembali merapatkan barisan dan patuh terhadap putusan partai," tegasnya.

Ia mengakui sebelum ada putusan partai  kader Demokrat memang mendapat kelonggaran untuk menentukan sikap sendiri di pilpres. Namun, itu terjadi ketika partai belum menentukan pilihan koalisi.

"Setelah partai menentukan sikap berada di kubu Probowo-Hatta, maka seluruh kader harus ikut keputusan itu,” tegas ARA.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi kader untuk tetap berada di kubu lain. “Kalau itu terjadi itu berarti sebuah pembangkangan,” katanya.